Artaku

Ekspansi Bisnis, Perusahaan Fintech Ini Gandeng 60 BPR dan BPRS

PT Sarana Pasar Digital, perusahaan teknologi finansial melakukan ekspansi bisnis dengan memperluas mitra lembaga jasa keuangan (LJK) seperti Bank Perekonomian rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS).

Para mitra LJK ini dapat menjadi merchant di aplikasi Artaku.

Direktur ArtaKu Rocky Tanumihardjo menjelaskan pihaknya telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Inovasi Keuangan Digital (IKD) kluster financing agent dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 1 November 2021.

Kemudian, ArtaKu mulai beroperasi pada Juni 2022, kekinia berpartner dengan memiliki lebih dari 60 BPR dan BPRS yang menjadi merchant di aplikasi ini.

“Lembaga jasa keuangan seperti BPR dan BPRS baik kantor pusat, kantor cabang, maupun kantor kas bisa menjadi merchant yang mendaftar ke marketplace finansial ArtaKu,” kata Rocky, Kamis (20/4/2023).

“Kami baru launching pada Juni 2022, sekarang sudah ada lebih dari 60 BPR dan BPRS yang menjadi mitra ArtaKu yang tersebar di Pulau Jawa, mulai dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur,” sambungnya.

Dia menjelaskan, lembaga jasa keuangan dengan radius 30 km akan dihubungkan dengan nasabah melalui aplikasi ArtaKu.

“Kenapa 30 km? Karena wilayah layanan BPR dan BPRS lebih bersifat lokal sehingga kami menilai radius 30 km cukup mewakili sebuah daerah,” tuturnya

Menurutnya, ke depan perusahaan startup yang berkantor pusat di Surabaya ini juga akan ekspansi ke layanan lainnya, di antaranya funding (penghimpunan dana), seperti tabungan dan deposito sehingga tidak hanya layanan lending funding.

Rocky menambahkan, ekosistem ArtaKu merupakan layanan marketplace baik untuk nasabah baru, nasabah existing, maupun usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dapat mengajukan pinjaman secara online.

Dia mencontohkan, ketika nasabah mengajukan pinjaman ke BPR melalui ArtaKu, kemudian account officer BPR bersangkutan melakukan verifikasi melalui aplikasi.

Selanjutnya AO akan survei langsung calon nasabah ini dan sudah dilengkapi dengan geotag (lokasi).

“Jadi memang dari pengalaman di BPR, itu sulit melakukan digitalisasi. Kemudian, nasabah muda usia di bawah 40 tahun lebih menyukai hal praktis, yaitu hanya melalui aplikasi di gadget, tidak perlu hadir secara fisik,” ucap Rocky.

“Tujuan utama untuk membantu digitalisasi BPR sehingga tidak ditinggalkan nasabah. Berangkat dari situ, saya mengembangkan teknologi marketplace, untuk menghubungkan lembaga finansial dan nasabah menggunakan teknologi,” lanjutnya.

Dia menjelaskan, ArtaKu bertujuan untuk memberikan solusi transformasi digital bagi lembaga jasa keuangan sebagai upaya peningkatan daya saing lembaga jasa keuangan serta meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia serta penghubung antara nasabah dan BPR dan BPRS.

Sumber: Ekspansi Bisnis, Perusahaan Fintech Ini Gandeng 60 BPR dan BPRS – TribunNews.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× How can I help you?